Pati, 2 Mei 2026 — Ratusan warga mendatangi sebuah pondok pesantren di Desa Tlogosari, Kecamatan Tlogowungu, Kabupaten Pati, pada Sabtu (2/5) sekitar pukul 13.00–15.00 WIB. Aksi ini dipicu oleh dugaan kasus pelecehan seksual yang melibatkan seorang oknum kiai di lingkungan pondok tersebut.
Aksi warga berlangsung ramai dengan sorakan dan tuntutan agar kasus segera ditindaklanjuti secara hukum. Meski situasi sempat memanas, tidak terjadi tindakan anarkis seperti pembakaran. Namun, sejumlah massa meluapkan emosi dengan melakukan coretan pada gerbang, dinding, dan papan nama pondok.
Dalam aksi tersebut, tampak hadir sejumlah tokoh masyarakat, termasuk Ketua Ansor setempat, aliansi santri pati, hingga Botok dan Teguh. Kehadiran mereka disebut sebagai bentuk dukungan terhadap tuntutan warga agar kasus diusut secara transparan.
Salah satu korban juga disebut telah memberikan pengakuan secara terbuka terkait dugaan peristiwa yang dialaminya. Pengakuan tersebut turut memperkuat desakan warga agar pihak berwenang segera turun tangan.
Berdasarkan informasi yang beredar, dugaan korban tidak hanya satu orang. Bahkan, dalam sejumlah unggahan yang viral di media sosial, disebutkan adanya puluhan santriwati yang diduga menjadi korban, meski angka tersebut masih perlu diverifikasi oleh pihak berwenang.
Ketua Yayasan Ndolo Kusumo yang menaungi pondok tersebut memberikan tanggapan di hadapan warga. Ia menyampaikan bahwa seluruh santri putri akan dipulangkan kepada orang tua masing-masing dalam waktu 3×24 jam sebagai langkah awal penanganan situasi.
Pondok pesantren tersebut diketahui memiliki santri putra dan putri, serta lembaga pendidikan formal yang mencakup jenjang KB hingga MA.
Hingga berita ini diturunkan, proses penanganan kasus masih berlangsung. Warga berharap penegakan hukum dilakukan secara adil dan transparan.
ALFA, IENA
